Semangat Baru Al Miftah

TERAPI TASAWUF DALAM MENGATASI NARSISISME MENGGUNAKAN DZIKIR


Sudah banyak bahkan semakin menjadi- jadi  dan di jadi jadikan manusia yang menyadari bahwa dirinya adalah mahluk sosial (butuh kepada orang lain) tapi pada nyatanya mereka tidak sadar dengan itu semua, mereka merasa  bahwa dirinya tidak butuh kepada orang lain, di buktikan ketika seseorang mendapatkan kesenangan dan kemewahan baik itu berupa harta, tahta dsb. Dengan otomatis dia lupa kepada orang lain, dan lebih parah nya dia lupa kepada siapa yang memberi hal tersebut.
    Dia merasa itu adalah hasil jerih payah-nya sendiri, bahkan beranggapan tidak ada orang lain yang ikut serta dalam kesuksesan-nya, yang dia bisa hanya bangga pada diri sendiri, merasa bahwa dia yang paling segalanya.
    Dan saya simpulkan ini adalah suatu penyakit yang sedang mewabah di masyarakat, dan kalau boleh saya katakan penyakit-nya sudah kronis, dan salah satu penyakit-nya adalah narsisisme, Dan harus segera di lakukan penanganan yang khusus agar tidak menular atau semakin parah, dan narsisisme sudah menjadi masalah dalam psikologi, seperti yang telah di jelaskan oleh ROBERT FROGER,Ph.D, dalam bukunya (obrolan sufi) dan di antara metode yang bisa di lakukan sebagai obat adalah dengan cara berdzikir, karena penyakit ini berada di dalam hati (penyakit yang tergolong abstrak).
  Dzikir menurut etimologi adalah ingat, sedangkan  menurut terminologi adalah ingat dan butuh hanya kepada allah SWT. Yang di maksudkan dzikir di sini adalah ingat kepada allah swt. Dzikir terbagi menjadi dua: pertama, dzikir khofi ; dzikir yang tidak terdengar oleh panca indera yang beroerintasi hanya di dalam hati. Kedua, dzikir jahar;dzikir yang di ucapkan oleh lisan. Dzikir kapada allah swt. Hukum-nya wajib ain .satu detik saja lupa kepada allah swt. Maka di hukumi dosa. Dzikir banyak jenis dan caranya adakala-nya dengan cara membaca al-qur’an , tasbih, tahmid, hauqolah dll. Tetapi saya di sini bermaksud menghadirkan dzikir, yaitu; lailaaha illallah, karena dalam firman allah swt. ;afdhalu dzikri fa’lam annahu lailaha illallah.
  Dalam menghadapi masalah khusus-nya bathin (dalam koridor qalbu) yaitu berupa penyakit hati, dan penyakit hati itu banyak sekali di antaranya adalah narsisisme (kebanggaan diri) apabila qalbu sakit (jelek) maka akan jelek seluruh tubuh (dzahir).termasuk orang yang narsisisme, dia merasa bahwa dirinya yang paling unggul dari pada orang lain, dan tidak merasa bahwa  dirinya tidak butuh orang lain, bahkan dia berani menyiksa dan memperbudak orang lain. Penyakit ini bisa di kurangi bahkan di hilangkan dari diri seseorang  dengan cara memperbanyak berdzikir karena dengan berdzikir manusia akan merasa hina, rendah,dan tidak berdaya di hadapan tuhan-nya,  dan bisa mencitai orang lain seperti  dia mencintai dirinya sendiri.

oleh: abdusyakur (aab)
Previous
Next Post »