Semangat Baru Al Miftah

Memilih Sahabat Saat Berhijrah

Kita telah diajak keluar dari alam menuju kepada Pencipta alam, berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Kita hendaknya memilih sahabat yang dapat membangkitkan semangat untuk berjuang pada jalan Allah dan berbuat taat kepada-Nya.

Memilih Sahabat Saat Berhijrah


Nah, menemani orang-orang yang sama-sama berjuang menuju kepada-Nya sangat dianjurkan bagi kita, meskipun mereka ibadahnya sedikit dan amalan sunahnya tidak banyak, karena itu semua akan mendatangkan banyak manfaat kepada kita.

Adapun orang-orang yang tidak bisa mendorong diri kita untuk mendekat kepada-Nya, sebaiknya jangan belebihan bergaul dengan mereka, karena tidak ada gunanya bergaul dengan mereka. Namun, bila keadaan mereka sederajat dengan kita, setidaknya saat bergaul dengan mereka tidak akan mendatangkan bahaya terhadap kita.

Ada sebuah kata bijak yang aku ambil dari Ibnu Athaillah, namun sedikit aku ubah...

“Bisa jadi, perbuatan burukku tampak baik di mataku karena persahabatanku dengan orang yang lebih buruk daripada diriku.”

Ini artinya, bersahabat dengan orang yang kualitas kebaikannya berada dibawah kita, sungguh amat berbahaya karena bisa menyamarkan aib dan kekurangan kita. Akibatnya,nanti kita akan senantiasa berbaik sangka terhadap diri kita sendiri. Kita senantiasa bangga dengan amal kita dan merasa puas dengan kondisi kita sehingga kita rela hati dan selalu melihat kebaikan-kebaikan yang ada pada diri kita. Itu adalah pangkal segala keburukan.

Boleh-boleh saja berteman dengan orang yang keadaannya tidak membuat kita bersemangat dan ucapannya tidak membimbing kita ke jalan-Nya, asalkan orang itu sederajat dengan kita agar pertemanan dengannya tidak membahayakan kita.

Marilah kawan, tingkatkan kualitas diri kita masing-masing untuk memperbaiki diri. Jangan bangga diri dan merasa puas dengan amal kita yang saat ini. Mari kita tingkatkan!
Previous
Next Post »