Segala puji bagi Allah, Sang Pengatur alam raya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada utusan Allah yang paling mulia, Nabi Muhammad dan juga kepada keluarganya serta para sahabat-sahabatnya.
Mula-mula, kita perlu bertanya kepada diri sendiri. Apakah kita termasuk orang yang mencintai Rasulullah? Saat kita mengajukan pertanyaan demikian pada diri kita, janganlah tergesa-gesa menjawab,
“Pasti! Aku mencintai Rasulullah. Mana mungkin seorang muslim tidak mencintai Rasulullah?”
Karena dengan menjawa ‘pasti’, ada beberapa kewajiban mesti dipenuhi sebelum kita mengikrarkan cintanya kepada Rasul, kita harus bertanya dulu kepada diri sendiri, “Apakah kita selalu mengingatnya dan menyebut namanya? Sudahkah kita melaksanakan perintahnya-perintahnya? Sudahkah kita mempelajari sejarah hidupnya?”
Saudaraku yang berbahagia, kira-kira jika pemudia muslim ditanya, siapa idolamu? Kira-kira berapa orang yang akan menjawab, “Idolaku adalah Nabi Muhammad?
Ketahuilah, saat kita bershalawat dan mengirim salam kepada Rasulullah, maka Allah akan mengembalikan ruh beliau dan beliau menjawab salam itu, di mana pun dan kapan pun. Hal inilah yang disampaikan oleh Rasulullah,
(Hadits tersebut terdapat dalam Sunan an-Nasa’i, pada Kitab al-Sahw, hadits No. 1282)
Dengan demikian, saat kita mengatakan...
Maka ada malaikat yang menghadap Rasulullah dan melaporkan, “Fulan bin Fulan mengirimkan salam kepadamu.”
Begitulah seharusnya hubungan cinta yang terjalin antara seorang muslim dengan Rasulullah; sebuah hubungan yang amat kuat dan kukuh. Beliau bersabda,
(Hadits tersebut terdapat dalam Sunan Abu Dawud, pada kitab al-Manasik, hadits No. 2041)
“Pasti! Aku mencintai Rasulullah. Mana mungkin seorang muslim tidak mencintai Rasulullah?”
Karena dengan menjawa ‘pasti’, ada beberapa kewajiban mesti dipenuhi sebelum kita mengikrarkan cintanya kepada Rasul, kita harus bertanya dulu kepada diri sendiri, “Apakah kita selalu mengingatnya dan menyebut namanya? Sudahkah kita melaksanakan perintahnya-perintahnya? Sudahkah kita mempelajari sejarah hidupnya?”
Saudaraku yang berbahagia, kira-kira jika pemudia muslim ditanya, siapa idolamu? Kira-kira berapa orang yang akan menjawab, “Idolaku adalah Nabi Muhammad?
Ketahuilah, saat kita bershalawat dan mengirim salam kepada Rasulullah, maka Allah akan mengembalikan ruh beliau dan beliau menjawab salam itu, di mana pun dan kapan pun. Hal inilah yang disampaikan oleh Rasulullah,
إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الأَرْضِ يُبَلِّغُونِي مِنْ أُمَّتِي السَّلاَمَ
“Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berkeliling di muka bumi dan mereka menyampaikan salam umatku kepadaku.”
(Hadits tersebut terdapat dalam Sunan an-Nasa’i, pada Kitab al-Sahw, hadits No. 1282)
Dengan demikian, saat kita mengatakan...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Begitulah seharusnya hubungan cinta yang terjalin antara seorang muslim dengan Rasulullah; sebuah hubungan yang amat kuat dan kukuh. Beliau bersabda,
مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَىَّ إِلاَّ رَدَّ اللَّهُ عَلَىَّ رُوحِي حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ
“Setiap kali seorang muslim mengirimkan shalawat dan salam kepadaku, Allah akan mengembalikan ruhku sehingga aku bisa menjawab salamnya.”
(Hadits tersebut terdapat dalam Sunan Abu Dawud, pada kitab al-Manasik, hadits No. 2041)
Mari tingkatkan kecintaan kepada junjungan kita Baginda Nabi Muhammad.


ConversionConversion EmoticonEmoticon