Semangat Baru Al Miftah

Tips Mengajukan Proposal Cinta Kepada-Nya

Para sahabat-sahabatku yang berbahagia. Jangan risau soal jodoh, ajukan mulai sekarang juga proposal kalian pada Sang Mahacinta; pemilik cinta sebenarnya. Insyaallah rencana-Nya pasti akan indah pada waktunya.


Tips Mengajukan Proposal Cinta Kepada-Nya


Cinta, kiranya Allah selalu memuliakannya. Cinta adalah hal yang fitrah bagi setiap manusia. Ia memiliki makna yang dalam, indah dan agung. Tidak ada kata yang mampu menggambarkan keindahan sebuah cinta. Begitu pula pada hakikatnya cinta adalah sebuah hal yang suci yang harus dijaga agar tetap indah dan bersemi.

“Cinta itu seperti motor, jika tak kau rawat dan tak kau perhatikan maka akan rusak cinta itu, bahkan kau juga bisa kehilangannya.”

Cinta itu dari hati, dan hati itu adalah urusan Ilahi. Jadi, cinta seharusnya dapat menjadikan kita lebih mendekatkan diri pada Allah. Lebih-lebih untuk teman-teman yang sedang mengalami cinta dalam diam. Barangkali ada yang sedang merasakannya? Berarti sama dong hehehe.. ^_^

Cinta dalam diam ini kebanyakan melanda kaum perempuan. Ia memilih menyimpan rasanya sendiri, entah karena ia malu untuk mengutarakannya atau takut nanti cintanya akan bertepuk sebelah tangan.

Mencintai dalam diam adalah hal yang paling tepat untuk menghindari dari perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah, apalagi status kita bukan mahram. Sehubungan dengan ini ada ayat al-Qur’an dalam al-Israa': 23, yang menjelaskan...

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا 

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk..”

Lalu bagaimana cara memperjuangkan cinta dalam diam? Pertama dengan memantaskan diri, kalau diri kita berkualitas maka jodoh yang berkualitas akan dihadirkan untuk kita. Kedua adalah berdoa kepada Sang Mahacinta. Ajukan proposal kepada-Nya sembari memohon agar disetujuinya permintaan tersebut.

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapn supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara agar kamu kembali berharap kepadaNya”
(Imam Syafi’i)

Disini dijelaskan bahwasannya kita tidak boleh terlalu berharap kepada makhluk-Nya, karena kekecewaan yang paling besar adalah berharap kepada selain-Nya dan perlu kita ketahui bahwa Allah itu adalah pencemburu.

Mencintailah dengan bijak, mencintailah dengan sewajarnya. Tak perlu terlalu berharap kepada cinta yang dirasa, cukuplah cinta dalam diam. Berdoalah kepada Sang Pemilik Hati atas segala ketentuan terbaik dari-Nya. Sebagaimana cinta yang dimiliki oleh Ali dan Fatimah. Mereka menyimpan cinta mereka dalam diam, hanya doalah yang menjadi jalan agar rasa itu tetap dapat terjaga kesuciannya.

Semoga yang kita semogakan tersemogakan.. Amiiin

Identitas Penulis
Lutfiyatun Nuril Aida. Mahasiswa Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri.


Previous
Next Post »