Semangat Baru Al Miftah

Penyebab Lapangnya Hati

Penyebab Lapangnya Hati

Hati yang lapang telah dimiliki secara sempurna oleh Rasulullah. Hal terbesar yang membuat hati menjadi lapang adalah ketauhidan. Lapang sempitnya hati seseorang tergantung dengan kuat lemah dan naik turunnya nilai-nilai ketauhidan.

Allah berfiraman,

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya (sama dengan orang yang membatu hatinya).” (Az-Zumar: 22)


Dan dalam firman-Nya,

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (Al-An’am: 125)


Petunjuk hidayah dan tauhid memiliki pengaruh besar dalam melapangkan hati. Sebaliknya, syirik dan kesesatan menyebabkan kesempitan hati.

Cahaya keimanan ialah cahaya yang Allah tampakkan dalam hati seorang hamba. Cahaya itu akan menyebabkan hati menjadi lapang dan bahagia. Maka jika cahaya keimanan telah hilang dari hati seorang hamba, niscaya hatinya akan merasa berat dan sempit.

Hati yang lapang selalu terpaut dengan negeri yang abadi (negeri akhirat) dan menghindar dari negeri tipu daya serta mempersiapkan bekal sebelum datangnya kematian. Lapang dan sempit hatinya seorang hamba tergantung pada kadar cahaya keimanan yang dimiliki.

Hal lain yang dapat menyebabkan lapangnya hati ialah ilmu. Karena ilmu akan menyebabkan hati menjadi lapang dan luas hingga lebih luas dari dunia ini. Sebaliknya, kebodohan akan menyebabkan kesempitan hati. Semakin luas ilmu yang dimiliki seorang hamba, maka hatinya akan bertambah lapang.

Diantara penyebab lapangnya hati ialah senantiasa mencintai-Nya dengan sepenuh hati dan senantiasa menghadapkan hati kepada-Nya.

Perasaan cinta memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan dalam melapangkan dada, membahagiakan jiwa, dan menggembirakan hati. Tidak ada yang mengetahui kecuali orang yang memiliki perasaan. Ketika cinta semakin kuat dan membara, maka hatipun semakin lapang dan bahagia.

Berpaling dari-Nya, terpautnya hati kepada selain-Nya, lalai dari mengingat-Nya, serta memberikan cinta kepada selain-Nya termasuk penyebab utama sempitnya hati.

Barangsiapa menyerahkan cintanya kepada selain Allah, niscaya cinta itu akan menyiksa dirinya dan hatinya terpenjara oleh cintanya kepada sesuatu tersebut.
Previous
Next Post »