Semangat Baru Al Miftah

Berkata Baik atau Diam


Berkata Baik atau Diam


Iman yang sempurna ialah yang menjadi penyelamat seseorang dari siksaan Allah serta menjadi lantaran untuk mendapatkan ridho-Nya.

Ada sebuah hadits Rasulullah dari jalur Abu Hurairah, bahwasanya beliau bersabda...


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

"Orang yang sempurna keimanannya kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah kebaikan atau diam." 

Hadits ini diiriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Maksudnya katakanlah kebaikan; hendaknya kita berfikir terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu. Karena bila tampak pada seseorang suatu kebaikan yang dimilikinya, tentunya tidak akan tercampur oleh kerusakan, serta perkataannya tidak mengarah pada perkataan yang haram maupun makruh.

Imam Nawawi memberikan komentar mengenai hadits ini ketika menjelaskan hadits Arbain miliknya. Beliau mengambil penjelasan dari Imam Syafi'i bahwa maksud hadits ini adalah apabila seseorang hendak berkata hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika diperkirakan perkataannya tidak akan membawa mudharat, maka silahkan dia berbicara. Namun, jika diperkirakan perkataannya itu akan membawa mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka hendaknya dia tidak usah berbicara, diam saja.

Orang berakal sebaiknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara  dan sedikit menyesal karena diam.

Wallahu a'lam dan semoga bermanfaat...
Previous
Next Post »